Fisika SMP – RPP Kalor Kelas VII

1 03 2009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah     :    Sekolah Menengah Pertama
Kelas / Semester    :     VII (tujuh) / Semester 2
Mata Pelajaran    :     IPA Fisika
Standar Kompetensi    :    3.    Memahami wujud dan perubahannya.
Kompetensi Dasar    :    3.4    Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator    :    1.    Menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan perubahan wujud zat
2.    Menyelidiki banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat
Alokasi Waktu    :    2 x 40 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
-    Menjelaskan perpindahan energi akibat adanya perbedaan suhu
-    Menjelaskan hubungan antara kalor dan wujud zat
-    Mengamati hubungan kalor dengan massa zat, kenaikan suhu zat, dan kalor jenis zat

B.    Materi Pembelajaran
1)    Kalor merupakan energi yang berpindah. Jika dua buah benda disentuhkan atau dicampurkan, kalor secara alamiah selalu berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah. Kalor berhenti mengalir ketika suhu kedua benda sudah sama. Salah satu contohnya adalah jika secangkir air panas dibiarkan di atas meja maka lama kelamaan air panas itu mendingin dengan sendirinya. Hal ini karena kalor mengalir dari air panas dalam cangkir (suhu lebih tinggi) ke lingkungan sekitarnya (suhu lebih rendah). Kalor berhenti mengalir ketika suhu air panas sama dengan suhu lingkungan sekitarnya.
2)    Kalor dapat mengubah suhu dan wujud zat. Hal ini dapat dibuktikan ketika kita memanaskan sejumlah es (wujud zat padat). Suhu es batu terus meningkat sampai mencapai titik leburnya, kira-kira 0oC pada tekanan normal 1 atm. Ketika es (wujud padat) melebur menjadi air (wujud cair), suhu tetap 0oC sampai semua es telah berubah menjadi air. Jika kalor terus diberikan, suhu air terus meningkat sampai air mencapai titik didihnya, kira-kira 100oC pada tekanan normal 1 atm. Ketika air (wujud cair) mendidih menjadi uap air (wujud gas), suhu tetap 100oC.
3)    Perhatikan tabel percobaan hubungan kalor dengan massa zat di bawah ini!
Massa air (kg)    Kenaikan suhu terhadap suhu awal (oC)    Kalor yang diberikan pada air (J)
0,15
0,20
0,25
0,30    10
10
10
10    6.350
8.410
10.515
12.625
Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar massa zat yang dipanaskan, maka semakin besar pula kalor yang diberikan pada zat tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa massa sebanding dengan banyaknya kalor.

Perhatikan tabel percobaan hubungan kalor dengan kenaikan suhu di bawah ini!
Kalor yang diberikan pada air (J)    Suhu (oC)    Kenaikan suhu terhadap suhu awal (oC)
0
2.250
5.050
7.580
10.100    12
15
18
21
24    0
3
6
9
12
Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar perubahan suhu suatu zat saat dipanaskan, maka semakin besar pula kalor yang diberikan pada zat tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa perubahan suhu sebanding dengan banyaknya kalor.

Perhatikan tabel percobaan hubungan antara kalor dengan kalor jenis zat berikut.
Jenis Zat    Massa (kg)    Kalor Jenis (J/kg oC)    Kalor yang diperlukan (J)
Air
Alkohol    2
2    4200
2400    8400
4800
Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar kalor jenis suatu zat yang dipanaskan, maka semakin besar pula kalor diperlukan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kalor jenis zat sebanding dengan banyaknya kalor.

Dari ketiga data percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa banyak kalor (Q) yang diperlukan untuk meningkatkan suhu zat adalah:
-    sebanding dengan massa zat (m)
-    sebanding dengan kalor jenis zat (c)
-    sebanding dengan perubahan suhu zat (T)
Secara matematis hubungan antara massa zat, kalor jenis zat, dan kenaikan suhu zat adalah                     Q = m c t

C.    Metode Pembelajaran
Model    : Direct Instruction
Metode    : Diskusi Kelompok, Eksperimen

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Waktu    Kegiatan
10 menit

65 menit

5 menit    Pendahuluan
    Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dipelajari dengan kehidupan sehari-hari
”Apa yang terjadi ketika sejumlah es kita masukkan ke dalam gelas kemudian dipanaskan?”
”Es tersebut akan mencair menjadi air dan jika terus dipanaskan suhu air akan terus naik sampai mendidih”
”Dari sini dapat dikatakan bahwa ada sesuatu yang berpindah yaitu kalor”
    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
”Pada pertemuan hari ini, kita akan menyelidiki bagaimanakah hubungan antara kalor dengan massa zat, perubahan suhu zat, dan kalor jenis zat”

Kegiatan Inti
    Guru membimbing siswa dalam pembentukan kelompok
“Sekarang, kita buat kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak. Disini Bapak sudah memutuskan untuk anggota kelompoknya sesuai dengan nomor absen. Nomor absen 1-4 kelompok 1, … dan nomor absen 33-35 kelompok 9. Untuk kelompok 1 sampai 3 mempraktekkan hubungan massa dengan kalor, kelompok 4 sampai 6 mempraktekkan hubungan perubahan suhu dengan kalor, dan kelompok 7 sampai 9 mempraktekkan hubungan kalor jenis zat dengan kalor.”
    Wakil tiap kelompok diminta untuk mengambil tabung erlenmeyer, pembakar bunsen, statif, termometer, air dan minyak goreng.
“Masing-masing perwakilan kelompok mengambil alat dan bahan sesuai dengan yang ada di LKS”

    Masing-masing kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan petunjuk dalam LKS dan dibimbing oleh guru
“Sekarang kalian bisa memulai praktikumnya secara bersama-sama, jika ada kesulitan tanyakan pada Bapak.”
    Masing-masing kelompok menuliskan hasil praktikum
“Saya minta kelompok 2, kelompok 4, dan kelompok 9 untuk menuliskan data hasil praktikumnya masing-masing di papan tulis”
    Guru memberikan umpan balik terhadap hasil percobaan dan menjelaskan materi baru
“Dari ketiga hasil praktikum ini, sekarang kita bahas bersama-sama.”
“Bagi kelompok 1-3 silahkan menuliskan hasil percobaan dari kelompok 4 dan 9, kelompok 4-6 silahkan menuliskan hasil percobaan dari kelompok 2 dan 9, dan kelompok 7-9 silahkan menuliskan hasil percobaan dari kelompok 2 dan 4 pada LKS-nya masing-masing.”
    Siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk menjawab pertanyaan di LKS dan membuat kesimpulan dari hasil praktikum yang telah dilakukan
“Sesuai dengan hasil praktikum tersebut dan penjelasan dari Bapak, saya minta semua kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan di LKS, setelah itu buat kesimpulan dari praktikum yang telah kalian lakukan.”

Kegiatan Penutup
    Guru dan siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
    Siswa diminta oleh guru untuk membaca materi tentang pengupan

E.    Sumber Belajar / Alat / Bahan
Sumber Belajar    :    Kanginan, Marthen. 2007. IPA Fisika untuk SMP kelas VII. Jakarta : Penerbit Erlangga
Alat dan Bahan    :    tabung erlenmeyer, pembakar bunsen, termometer, minyak goreng, air, dan statif

F.    Penilaian
1.    Teknik
Tes tulis
2.    Bentuk Instrumen
Uraian
3.    Contoh/Instrumen
-    Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kalor dan tuliskan persamaannya?
-    Jelaskan hubungan antara kalor dengan massa zat, kalor jenis zat, dan perubahan suhu zat ketika dipanaskan?

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah     :    Sekolah Menengah Pertama
Kelas / Semester    :     VII (tujuh) / Semester 2
Mata Pelajaran    :     IPA Fisika
Standar Kompetensi    :    3.    Memahami wujud dan perubahannya.
Kompetensi Dasar    :    3.4    Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator    :    1.    Menerapkan hubungan Q = m c t untuk menyelesaikan masalah sederhana
Alokasi Waktu    :    1 x 40 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
-    Menghitung banyaknya kalor dengan persamaan Q = m c t untuk menyelesaikan masalah senderhana

B.    Materi Pembelajaran
Rumus kalor karena perubahan suhu adalah
Q = m c T
dimana     Q adalah banyaknya kalor (satuan J atau kalori)  1 kal = 4,2 Joule
m adalah massa benda (kg)
c adalah kalor jenis benda (J/kg oC)
T adalah perubahan suhu zat (oC atau K)

C.    Metode Pembelajaran
Model    : Direct Instruction
Metode    : Ceramah

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Waktu    Kegiatan
5 menit

30 menit

5 menit    Pendahuluan
    Guru mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
“Pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa kalor itu sebanding dengan massa zat, kalor jenis zat, dan perubahan suhu zat ketika dipanaskan”
    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
“Pada pertemuan hari ini kita akan menghitung banyaknya kalor sesuai dengan persamaan Q = m c T”

Kegiatan Inti
    Guru menjelaskan tentang satuan kalor jenis dan kalor
“Kalor jenis mempunyai 2 satuan, yaitu J/kgoC atau kkal/kgoC sementara untuk kalor juga mempunyai 2 satuan, yaitu Joule dan Kalori dimana 1 kalori sama dengan 4,2 Joule dan 1 Joule = 0,24 kalori.”
    Guru menjelaskan penerapan persamaan Q = m c ∆T untuk menyelesaikan masalah sederhana
“Dalam perhitungan kita harus mengubah satuan masing-masing besaran ke dalam satuan SI, misalnya jika diketahui massa zat mempunyai satuan gram harus diubah menjadi kilogram”
”Agar mudah untuk menentukan satuan kalor dalam perhitungan, kita sesuaikan dengan satuan dari kalor jenis, jika kalor jenisnya mempunyai satuan J/kgoC maka satuan kalornya adalah Joule”
    Siswa berlatih menghitung banyaknya kalor menggunakan persamaan
Q = m c ∆T
“Coba kalian kerjakan soal latihan di buku sesuai dengan contoh soal yang baru saja saya jelaskan”

Kegiatan Penutup
    Guru dan siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
    Siswa diberi latihan mandiri untuk dikerjakan di rumah

E.    Sumber Belajar / Alat / Bahan
Sumber Belajar    :    Kanginan, Marthen. 2007. IPA Fisika untuk SMP kelas VII. Jakarta : Penerbit Erlangga

F.    Penilaian
1.    Teknik
Tes tulis
2.    Bentuk Instrumen
Uraian
3.    Contoh/Instrumen
-    Andi memanaskan air yang mempunyai massa 30 kg dari suhu 20oC menjadi 60oC. Hitung besarnya kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan air tersebut?
-    Pada 0,5 kg panci alumunium yang bersuhu 15oC diberikan kalor sebesar 22.500 J. Berapakah suhu akhir panci aluminium tersebut? (diketahui besarnya kalor jenis alumunium = 900 J/kgoC)
-    Ketika kalor 210 J diberikan pada 0,1 kg batang tembaga, suhu tembaga naik 5oC. Berapa kalor jenis tembaga?

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah     :    Sekolah Menengah Pertama
Kelas / Semester    :     VII (tujuh) / Semester 2
Mata Pelajaran    :     IPA Fisika
Standar Kompetensi    :    3.    Memahami wujud dan perubahannya.
Kompetensi Dasar    :    3.4    Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator    :    1.    Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan
2.    Menyelidiki kalor yang dibutuhkan pada saat mendidih dan melebur
3.    Menerapkan hubungan Q = m U dan Q = m L untuk memecahkan masalah sederhana
Alokasi Waktu    :    2 x 40 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
-    Menjelaskan faktor-faktor yang dapat mempercepat penguapan
-    Mendiskusikan kalor yang dibutuhkan pada saat mendidih dan melebur
-    Mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi titik didih dan titik lebur
-    Menghitung besarnya kalor yang dibutuhkan pada saat mendidih dan melebur

B.    Materi Pembelajaran
1)    Ketika kamu memanaskan sejumlah air dalam sebuah bejana tahan api dengan pembakar bunsen, dengan cepat kamu akan melihat uap air keluar dari permukaan air. Fakta ini menunjukkan bahwa pada waktu menguap, zat memerlukan kalor. Terdapat 4 cara yang dapat kamu lakukan untuk mempercepat penguapan, yaitu:
-    memanaskan
-    memperluas permukaan
-    meniupkan udara di atas permukaan
-    menyemburkan zat cair
-    mengurangi tekanan pada permukaan
2)    Pada saat zat cair mendidih, suhunya tetap meskipun kalor terus diberikan. Jika api dipindahkan, ternyata air berhenti mendidih. Jelaslah bahwa untuk mendidih, zat memerlukan kalor.
Meskipun kita terus memberikan kalor ketika air mendidih, ternyata suhu air tetap. Energi kalor ini mengubah air mendidih dari wujud cair ke gas (menguap). Energi kalor ini akan dilepaskan lagi ketika uap air mengembun dan kembali menjadi air. Untuk menguapkan m kg zat cari pada titik didihnya diperlukan kalor yang sama dengan kalor uap (U), itulah yang sering disebut dengan kalor uap. Kalor (Q) yang diperlukan untuk menguapkan zat cair pada titik didihnya dituliskan dalam persamaan:
Q = m U
3)    Faktor-faktor yang mempengaruhi titik didih, antara lain:
-    tekanan di atas permukaan zat cair,
-    ketidakmurnian zat cair
4)    Sama halnya ketika zat mendidih, untuk melebur zat juga memerlukan kalor, dan pada waktu melebur suhu zat tetap. Kalor yang diperlukan untuk meleburkan 1 kg zat pada titik leburnya dinamakan dengan kalor lebur (L). Kalor (Q) yang diperlukan untuk meleburkan zat dituliskan dalam persamaan:
Q = m L
5)    Faktor-faktor yang mempengaruhi titik lebur, antara lain:
-    tekanan di atas zat,
-    ketidakmurnian zat

C.    Metode Pembelajaran
Metode    : Diskusi Kelompok,

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Waktu    Kegiatan
10 menit

65 menit

5 menit    Pendahuluan
    Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dipelajari dengan materi perubahan wujud zat yang telah dipelajari siswa
”Pada waktu semester I, kalian telah mempelajari tentang perubahan wujud zat”
    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
”Pada pertemuan hari ini, kita akan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempercepat proses penguapan dan menyelidiki banyaknya kalor yang dibutuhkan pada waktu mendidih dan melebur?”

Kegiatan Inti
    Guru membimbing siswa dalam pembentukan kelompok
“Seperti pertemuan sebelumnya, hari ini kita melakukan diskusi secara berkelompok. Untuk anggota kelompoknya sesuai dengan yang kemarin”
    Guru menyampaikan materi tentang faktor-faktor yang mempercepat proses penguapan
    Masing-masing kelompok melakukan diskusi sesuai dengan petunjuk dalam lembar diskusi
“Sekarang kalian bisa memulai kegiatan diskusinya, Bapak beri waktu 20 menit untuk melakukan diskusi kelompok”
    Masing-masing kelompok membacakan hasil diskusinya
“Saya minta kelompok 1 untuk membacakan hasil diskunya untuk bagian A (mendidih) jawaban nomor 1, kelompok 2 jawaban nomor 2, kelompok 3 jawaban nomor 3, kelompok 4 jawaban nomor 4, kelompok 5 jawaban nomor 5 dan kelompok 6 jawaban nomor 6”
”Untuk kelompok 9 bagian B (melebur) jawaban nomor 1-3 dan kelompok 8 jawaban nomor 4, sedangkan kelompok jawaban 7 nomor 5”
    Guru memberikan umpan balik terhadap hasil diskusi siswa dan menjelaskan materi baru
“Sekarang kita bahas bersama-sama jawaban hasil diskusi masing-masing kelompok.”
    Siswa berlatih mengerjakan soal tentang kalor uap dan kalor lebur

Kegiatan Penutup
    Guru dan siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
    Siswa diminta untuk membaca materi Asas Black

E.    Sumber Belajar / Alat / Bahan
Sumber Belajar    :    Kanginan, Marthen. 2007. IPA Fisika untuk SMP kelas VII. Jakarta : Penerbit Erlangga
Winarsih, Anny dkk. 2008. IPA Terpadu untuk SMP / MTs kelas VII. Depdiknas : Buku Sekolah Elektronik
Lembar Diskusi Siswa

F.    Penilaian
1.    Teknik
Tes tulis
2.    Bentuk Instrumen
Uraian
3.    Contoh/Instrumen
-    Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses penguapan?
-    Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses mendidih dan melebur?
-    Berapa kalor yang diperlukan untuk mengubah 2,0 kg es suhu -5oC menjadi uap air seluruhnya pada suhu 100oC, jika kalor jenis es 2.100 J/kgoC, kalor jenis air 4.200 J/kg oC, kalor lebur es 336.000 J/kg dan kalor uap 2.260.000 J/kg?
-    Berapa kalor yang diperlukan untuk melebur 1,50 kg es 0oC menjadi 1,50 kg air 0oC, jika kalor lebur es 336.000 J/kg

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah     :    Sekolah Menengah Pertama
Kelas / Semester    :     VII (tujuh) / Semester 2
Mata Pelajaran    :     IPA Fisika
Standar Kompetensi    :    3.    Memahami wujud dan perubahannya.
Kompetensi Dasar    :    3.4    Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator    :    1.    Menerapkan hubungan antara Q = m c t dengan kalor uap dan kalor lebur
2.    Menerapkan asas Black untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kalor
Alokasi Waktu    :    1 x 40 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
1.    Menerapkan hubungan antara Q = m c t dengan kalor uap dan kalor lebur untuk menyelesaikan masalah sederhana
2.    Menerapkan asas Black untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kalor

B.    Materi Pembelajaran

Air Menguap
Air Mendidih

Es Melebur

Berdasarkan grafik tersebut didapatkan bahwa es melebur menjadi air, kemudian air tersebut dipanaskan sampai mencapai suhu 100oC dan terus diberi panas sehingga menguap. Untuk menghitung banyaknya kalor yang dibutuhkan harus dihitung terlebih dahulu Q1 yaitu kalor yang digunakan untuk melebur, kemudian Q2 yaitu kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu air menjadi 100oC, dan Q3 yaitu kalor yang digunakan untuk menguap. Setelah itu, dihitung Q total = Q1 + Q2 + Q3.

Asas Black menyatakan bahwa jika kalor yang dilepaskan oleh zat yang suhunya tinggi sama dengan kalor yang diterima oleh zat yang suhunya rendah.

Qlepas = Qterima

C.    Metode Pembelajaran
Model    : Direct Instruction
Metode    : Ceramah

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Waktu    Kegiatan
5 menit

30 menit

5 menit    Pendahuluan
    Guru mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
“Pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengetahui cara untuk menghitung banyaknya kalor yang diperlukan oleh suatu zat untuk menguap dan melebur”
    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
“Pada pertemuan hari ini kita akan menerapkan hubungan antara Q = m c t dengan kalor uap dan kalor lebur untuk menyelesaikan masalah sederhana dan menerapkan asas Black untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kalor”

Kegiatan Inti
    Guru menjelaskan tentang hubungan antara Q = m c t dengan kalor yang dibutuhkan untuk menguap dan melebur
    Guru menjelaskan penerapan hubungan Q = m c ∆T dengan kalor yang dibutuhkan untuk menguap dan melebur untuk menyelesaikan masalah sederhana
    Siswa berlatih tentang penerapan hubungan Q = m c ∆T dengan kalor yang dibutuhkan untuk menguap dan melebur untuk menyelesaikan masalah sederhana
    Guru menjelaskan tentang Asas Black

Kegiatan Penutup
    Guru dan siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
    Siswa diminta untuk membaca materi perpindahan kalor

E.    Sumber Belajar / Alat / Bahan
Sumber Belajar    :    Kanginan, Marthen. 2007. IPA Fisika untuk SMP kelas VII. Jakarta : Penerbit Erlangga

F.    Penilaian
1.    Teknik
Tes tulis
2.    Bentuk Instrumen
Uraian
3.    Contoh/Instrumen
-    Berapakah energi kalor yang diperlukan 5 kg es untuk melebur menjadi air pada titik leburnya? Kemudian hitung kalor yang diperlukan untuk mendidihkannya dengan suhu 100oC? Jika air (hasil es melebur) yang sudah mendidih tersebut terus diberi energi kalor, hitung besar energi kalor yang dibutuhkan untuk menguap?
-    Sepotong alumunium yang massanya 200 g dipanaskan sampai suhunya 80o C, kemudian segera dijatuhkan ke dalam suatu bejana yang berisi 100 g air pada suhu 20oC. Abaikan pertukaran kalor terhadap wadah dan lingkungan sekitarnya. Hitunglah suhu akhir campuran ketika kesetimbangan termal dicapai. Kalor jenis aluminium 900 J/kg oC dan air 4200 J/kgoC?

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah     :    Sekolah Menengah Pertama
Kelas / Semester    :     VII (tujuh) / Semester 2
Mata Pelajaran    :     IPA Fisika
Standar Kompetensi    :    3.    Memahami wujud dan perubahannya.
Kompetensi Dasar    :    3.4    Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator    :    1.    Menyelidiki perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi
2.    Mengaplikasikan konsep perpindahan kalor untuk menyelesaikan masalah fisika
Alokasi Waktu    :    2 x 40 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
-    Menjelaskan perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi melalui percobaan
-    Menjelaskan perpindahan kalor secara radiasi
-    Menyebutkan beberapa contoh aplikasi konsep perpindahan kalor untuk menyelesaikan masalah fisika

B.    Materi Pembelajaran
1)    Kalor secara alami berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah. Ada tiga cara perpindahan kalor, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
2)    Perpindahan kalor secara konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikelnya. Kalor berpindah dari satu partikel ke partikel lainnya tanpa partikel-partikel tersebut berpindah. Semua zat bisa menghantarkan kalor secara konduksi, tetapi konduksi kalor yang baik umumnya melalui zat padat, ini karena jarak antarpartikel dalam zat padat sangat dekat dibandingkan dengan jarak antarpartikel dalam zat cair maupun gas. Benda yang menghantarkan kalor dengan baik disebut konduktor, sedangkan penghantar kalor yang buruk disebut isolator. Kedunya sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada setrika listrik, dasar setrika listrik terbuat dari bahan konduktor agar dapat menghantarkan kalor, sedangkan gagang setrika dibuat dari bahan isolator agar kamu dapat memegang setrika tanpa merasa panas.
3)    Perpindahan kalor secara konveksi terjadi karena adanya perbedaan massa jenis. Perpindahan kalor secara konveksi terjadi dalam zat yang dapat mengalir yaitu zat cair dan gas. Contoh dari perpindahan kalor secara konveksi adalah terjadinya angin darat dan angin lau. Angin darat terjadi pada malam hari dan berhembus dari darat ke laut. Hal ini terjadi karena pada malam hari udara di atas laut lebih panas dari udara di atas darat, sehingga udara di atas laut naik diganti udara di atas darat. Maka terjadilah aliran udara dari darat ke laut. Angin darat dimanfaatkan oleh para nelayan menuju ke laut untuk menangkap ikan. Sedangkan angin laut terjadi pada siang hari dan berhembus dari laut ke darat. Hal ini terjadi karena pada siang hari udara di atas darat lebih panas dari udara di atas laut, sehingga udara di atas darat naik diganti udara di atas laut. Maka terjadilah aliran udara dari laut ke darat. Angin laut dimanfaatkan oleh nelayan untuk kembali ke darat atau pantai setelah menangkap ikan.
4)    Perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara atau medium dinamakan radiasi. Contoh perpindahan kalor secara radiasi, misalnya pada waktu kita mengadakan kegiatan
5)    perkemahan, di malam hari yang dingin sering menyalakan api unggun. Saat kita berada di dekat api unggun badan kita terasa hangat karena adanya perpindahan kalor dari api unggun ke tubuh kita secara radiasi. Walaupun di sekitar kita terdapat udara yang dapat
6)    memindahkan kalor secara konveksi, tetapi udara merupakan penghantar kalor yang buruk (isolator). Jika antara api unggun dengan kita diletakkan sebuah penyekat atau tabir, ternyata hangatnya api unggun tidak dapat kita rasakan lagi. Hal ini berarti tidak ada kalor yang sampai ke tubuh kita, karena terhalang oleh penyekat itu.
C.    Metode Pembelajaran
Model    : Direct Instruction
Metode    : Diskusi Kelompok, Eksperimen

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Waktu    Kegiatan
10 menit

65 menit

5 menit    Pendahuluan
    Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dipelajari dengan kehidupan sehari-hari
”Apa yang terjadi ketika ujung sebuah besi kita panaskan, sedangkan ujung yang lainnya kita pegang?”
”Ujung yang kita pegang akan terasa panas.”
”Ini membuktikan bahwa kalor dapat berpindah”
    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
”Pada pertemuan hari ini, kita akan menyelidiki perpindahan kalor serta mengaplikasikan konsep perpindahan kalor untuk menyelesaikan masalah fisika”

Kegiatan Inti
    Guru membimbing siswa dalam pembentukan kelompok
“Sekarang, saya minta masing-masing anggota kelompok berkumpul sesuai dengan kelompoknya seperti kemarin.”
    Wakil tiap kelompok diminta untuk mengambil alat dan bahan
“Masing-masing perwakilan kelompok mengambil alat dan bahan sesuai dengan yang ada di LKS”
    Masing-masing kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan petunjuk dalam LKS dan dibimbing oleh guru
“Sekarang kalian bisa memulai praktikumnya secara bersama-sama, jika ada kesulitan tanyakan pada Bapak. Yang kalian kerjakan hanya praktikum 1 saja sedangkan untuk praktikum 2 kita kerjakan bersama-sama”
    Masing-masing kelompok menuliskan hasil praktikum
”Saya minta kelompok … dan kelompok … untuk menuliskan data hasil pratikumnya di papan tulis”
    Guru memberikan umpan balik terhadap hasil percobaan dan menjelaskan materi baru
    Siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk menjawab pertanyaan di LKS dan membuat kesimpulan dari hasil praktikum yang telah dilakukan
“Sesuai dengan hasil praktikum tersebut dan penjelasan dari Bapak, saya minta semua kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan di LKS, buat kesimpulan dari praktikum yang telah kalian lakukan.”

Kegiatan Penutup
    Guru dan siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
    Siswa diminta oleh guru untuk membaca materi tentang pengupan

E.    Sumber Belajar / Alat / Bahan
Sumber Belajar    :    Kanginan, Marthen. 2007. IPA Fisika untuk SMP kelas VII. Jakarta : Penerbit Erlangga
Winarsih, Anni, dkk. 2008. IPA TERPADU: SMP/MTs Kelas VII. Depdiknas : BSE
LKS
Alat dan Bahan    :    Gelas Kimia, Lilin, Paku, Air, Butiran kacang, Sapu Lidi, Kaki Tiga
F.    Penilaian
1.    Teknik
Tes tulis
2.    Bentuk Instrumen
Uraian
3.    Contoh/Instrumen
-    Jelaskan pengertian konduksi, konveksi, dan radiasi!
Konduksi merupakan perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikelnya.
Konveksi merupakan perpindahan kalor yang disebabkan oleh perbedaan massa jenis
Radiasi merupakan perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara
-    Sebutkan dua contoh peralatan yang memanfaatkan perpindahan kalor secara konduksi? Jelaskan!
Panci, umumnya terbuat dari aluminium yang merupakan bahan konduktor, sehingga mudah menghantarkan kalor dari api ke bahan makanan atau air yang dimasak
Setrika listrik, gagangnya terbuat dari isolator agar tidak panas ketika memegang setrika sedangkan dasar setrika listrik terbuat dari konduktor agar dapat menghantarkan kalor dari energi listrik ke pakaian.
-    Jelaskan proses terjadinya angin darat dan angin laut!
Angin darat terjadi pada malam hari dan berhembus dari darat ke laut. Hal ini terjadi karena pada malam hari udara di atas laut lebih panas dari udara di atas darat, sehingga udara di atas laut naik diganti udara di atas darat. Maka terjadilah aliran udara dari darat ke laut. Angin darat dimanfaatkan oleh para nelayan menuju ke laut untuk menangkap ikan. Sedangkan angin laut terjadi pada siang hari dan berhembus dari laut ke darat. Hal ini terjadi karena pada siang hari udara di atas darat lebih panas dari udara di atas laut, sehingga udara di atas darat naik diganti udara di atas laut. Maka terjadilah aliran udara dari laut ke darat. Angin laut dimanfaatkan oleh nelayan untuk kembali ke darat atau pantai setelah menangkap ikan.
-    Bagaimanakah kalor berpindah dari matahari ke bumi?
Kalor berpindah dari matahari ke bumi tanpa zat perantara (radiasi).

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: